Cegah Infeksi Kelenjar Susu, Tim Peneliti UB Ciptakan Antiseptik untuk Puting Sapi Perah

Di era serba instan, masih banyak orang menyadari keunggulan produk alami dibanding dengan produk kimia. Bahan baku alam mulai menajadi tren yang ditawarkan berbagai produk mulai dari kecantikan sampai kesehatan.

Menyadari hal ini, Divisi Laboratorium Ternak Perah, Fakultas Peternakan (Fapet), Universitas Brawijaya (UB), menciptakan antiseptik alami untuk puting sapi perah. Temuan ini diberi nama Biomastic (Biological Maceration Antiseptic for Avoiding Mastitic in Cow) dan menggunakan bahan dasar daun kersen (M. Calabura). Biomastic ditujukan untuk dapat mengganti penggunaan produk konvensional teat dipping yang berbahan baku sintetis.

Dilansir dari laman UB, Jumat (15/12/2017), kegunaan antiseptik ini adalah untuk mencegah infeksi pada masitis kelenjar susu sapi perah. Masitis merupakan peradangan yang kerap menyerang sapi perah akibat infiltrasi mikroba dalam puting (teat), atau akibat luka yang menimbulkan peluang infeksi baik secara akut, sub akut maupun kronis.

Bila tidak ditangani, kondisi ini sangat merugikan peternak sebab infeksi mudah menular ke sapi-sapi lain.

Larutan Biomastic digunakan dengan cara disemprotkan ke puting sapi sebelum diperah, dan dicelupkan setelah pemerahan selesai. Dua langkah ini berfungsi untuk mencegah secara tuntas bakteri yang berpotensi masuk ke puting.

Produk ciptaan civitas akademika UB ini dikemas dalam botol 500 ml seharga Rp13 ribu, dan 1 liter seharga Rp26 ribu. Biomastic dipasarkan kepada peternak dan industri sapi perah di wilayah Malang, Blitar, Pasuruan, dan akan dilebarkan ke area Jawa Timur.

129total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *