Buntut KLB Difteri, DPR Bakal Panggil Menkes

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mengatakan, pihaknya berencana memanggil Menteri Kesehatan (Menkes), Nila F Moeloek pada awal masa sidang reses pada 8 Januari 2018. Pemanggilan Menkes itu untuk dimintai penjelasan ihwal wabah penyakit difteri menjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa wilayah Indonesia. Pemanggilan itu bertujuan untuk mengetahui seberapa bahayanya difteri telah menyerang masyarakat Indonesia.

“Nanti awal massa sidang kita akan panggil Menkes untuk minta penjelasan terkait wabah difteri ini berikut dengan positioning KLB,” kata Irma kepada Okezone, Jumat (22/12/2017).

Menurut Irma, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi pernyakit yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan itu kurang masif. Ia melihat masih banyak warga yang enggan divaksin karena takut melihat jarum suntik. Padahal, hal tersebut dapat dihindari bila pemerintah gencar lakukan sosialisasi mengingatkan betapa pentingnya vaksinasi.

“Memang dari periode sebelumnya ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, sosialisasi ke masyarakat pentingnya vaksinasi ini belum masif. Jadi, masyarakat di bawah itu belum mendapatkan informasi mana yang imunisasi dasar dan mana yang harus bayar,” imbuhnya.

Lebih lanjut Irma meminta pemerintah untuk memberikan pengetahuan yang lebih kepada warga di pelosok untuk segera mengikuti program vaksin tersebut. Itu karena salah satu upaya pencegahan agar difteri tak menjadi KLB kembali di Tanah Air dengan menggalakkan sosialisasi yang baik.

“Itu yang harus segera dimasifkan oleh pemerintah agar KLB kali ini tidak terjadi lagi ke depannya,” jelasnya.

Irma juga mengingatkan kepada seluruh orangtua agar membawa anaknya ke puskesmas dan rumah sakit untuk divaksin. Ia tak ingin mendengar ada orangtua yang melarang anaknya, sebab itu sama saja seperti membunuh sang buah hati secara perlahan dengan mengidap penyakit menular tersebut.

“Maka ini perlu penanganan yang komprehensif dari berbagai pihak. Tokoh masyarakat, guru, dokter,” tutur Irma.

Sekadar informasi, KLB difteri di Indonesia paling tinggi di dunia. KLB difteri terjadi di 28 provinsi serta 142 kabupaten/kota.

80total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *