Bos First Travel Habiskan Rp100 Miliar untuk Pribadi

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin, mengatakan, timnya menemukan adanya transaksi yang tak biasa dari sejumlah rekening milik bos First Travel. Transaksi tersebut diketahui bukan untuk keperluan jemaah umrah, tetapi kepentingan pribadi.

“Kami menemukan transaksi sebesar Rp100 miliar dari 50 rekening yang diselidiki. Uang tersebut untuk keperluan pribadi seperti membeli kendaraan, perawatan rumah, hingga bisnis fesyen,” ujar Badaruddin dalam wawancara di Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Rabu, 30 Agustus 2017.

Badaruddin menjelaskan, jumlah rekening yang diselidiki timnya sebanyak 5. Namun dia tak menjelaskan rekening tersebut atas nama siapa aja.

Menurutnya, uang yang ada di rekening itu bersumber dari dana jemaah umrah yang telah mendaftar di First Travel. “50 rekening itu dari jemaah umrah. Memang manajemennya tercampur antara pribadi dengan setoran jemaah,” kata dia.

Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Mabes Polri, Komisaris Besar Pol Awi Setiyono, menambahkan penyidik sudah menanyakan langsung kepada tiga tersangka terkait 50 rekening yang disita polisi tersebut.

“Kami (penyidik) sudah duduk bersama dengan PPATK dan para tersangka untuk menanyakan ke mana saja aliran dana tersebut, tetapi tersangka banyak lupa nya. Transaksinya banyak sekali tetapi pembukuannya tidak tertib,” ucap Awi.

Sementara itu, pengakuan awal, mereka menggunakan sebagian dana jemaah untuk membayar yang berkaitan dengan umrah.

Seperti diketahui, dalam kasus First Travel ini, penyidik sudah menetapkan tiga tersangka. Mereka yaitu pasangan suami istri pemilik First Travel Andhika Surachman (32) dan Anniesa Desvitasari Hasibuan (31), serta adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan (27) atau Kiki Hasibuan. Ketiganya ditahan di Rutan Bareskrim Polri di Polda Metro Jaya.

90total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *