Bocah 6 Tahun Tewas di Tangan Remaja yang Hendak Mencabulinya

BANGNAPI.COM , Lhokseumawe – Sungguh malang nasib bocah berusia 6,5 tahun asal Aceh Utara, Aceh. Dia ditemukan tewas di semak-semak belakang SD setempat dengan luka cekikan di leher dan nyaris tanpa pakaian.

“Saat kita temukan kondisinya sudah meninggal dunia. Di lehernya ada luka lebam seperti cekikan sedangkan pakaiannya hampir terbuka semuanya,” kata Kapolsek Sawang, Iptu Ridwan MY, Sabtu (29/4/2017).

Ridwan menjelaskan pada hari Jumat (28/4) sekitar pukul 07.00 WIB, bocah tersebut ikut kakaknya pergi sekolah. Kakaknya masuk sekolah, sedangkan dia berada di luar sekolah.

“Sekitar pukul 11.00 WIB, kakaknya itu pulang ke rumah. Saat itu, orang tuanya bertanya kenapa korban tidak ikut pulang. Sang kakak menjawab, kalau adiknya (korban) sudah pulang sejak pukul 09.00 WIB tadi,” tambah Ridwan.

Merasa cemas, orang tuanya kemudian melaporkan kehilangan tersebut pada Kepala Dusun setempat. Usai salat Jumat, kepala dusun langsung mengumumkan kehilangan korban melalui pengeras suara di masjid. Dia meminta agar masyarakat membantu untuk mencari korban.

Menjelang sore harinya, sang bocah malang itu ditemukan di semak-semak belakang sekolah oleh seorang remaja.

“Kita langsung kembangkan dan periksa para saksi-saksi. Ternyata yang membunuh adalah MU (18) remaja setempat yang berlagak menemukan bocah tersebut,” tambah Ridwan.

Ridwan menyebutkan pelaku MU merupakan pedagang makanan di sekolah itu. Setelah kita interogasi, dia mengakui perbuatan itu.

“Pelaku mengaku merayu korban untuk diajak main-main. Di lokasi kejadian, pelaku hendak melakukan pelecehan seksual namun korban meronta-ronta. Karena menjerit, pelaku yang sudah gelap mata langsung menghabisi nyawa bocah malang itu,” sebut Ridwan.

Sebelum dikebumikan, korban sempat di bawa ke RSUD Cut Mutia Buket Rata untuk divisum sedangkan pelaku diboyong ke Mapolres Lhokseumawe guna pemeriksaan lanjutan.

896total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *