BNN Bengkulu Musnahkan Sabu-sabu 1,1 Kg

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, memusnahkan barang bukti kejahatan narkoba berupa sabu-sabu sebanyak 1,1 kg dan 500 butir pil ekstasi.

Pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba tersebut, dilaksanakan di halaman kantor BNN Provinsi Bengkulu, Selasa (15/8). Acara pembakaran barang bukti tersebut disaksikan unsur Kejaksaan, BPOM, Pengadilan dan LSM Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat).

Barang bukti sabu dan ekstasi tersebut, dimusnahkan dengan cara dicampur dengan air deterjen lalu dihancurkan menggunakan blender, dan selanjutnya dikubur ke dalam tanah.

Kabid Rehabilitasi BNNP Bengkulu, Supratman mengatakan, barang butki kejahatan narkoba yang dimusnahkan tersebut, berasal dari tiga tempat operasi di Kabupaten Rejang Lebong, Sawah Lebar, dan Padat Karya, Kota Bengkulu.

Dari hasil uji laboratorium BPOM dan Balai Laboratorium BNN Jakarta, barang bukti tersebut, dinyatakan positif mengandung methaphetamine dan amphetamine, serta berdasarkan surat keputusan status barang sitaan narkoba dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong, agar dimusnahkan.

“Sesuai surat keputusan Kejari tersebut, kata Supratman pihak BNN Provinsi Bengkulu, memusnahkan kedua jenis narkoba tersebut dengan cara dihancurkan dan dikubur dalam tanah,” ujarnya.

Pemusnahan barang bukti narkoba ini disaksikan salah seorang pemilik sabu, Azhari, yang ditangkap petugas BNN Bengkulu, beberapa waktu lalu. Sabu yang disita petugas BNN Bengkulu dari Azhari berasal dari Tiongkok.

Supratman menambahkan, barang bukti kejahatan narkoba yang dimusnahkan BNN Bengkulu senilai Rp 2 miliar dan setidaknya dapat menyelamatkan sekitar 11.600 jiwa dari korban barang haram tersebut.

Terkait pemberantasan narkoba di Bengkulu, Supratman mengatakan, pihaknya terus gencar melakukan razia narkoba di daerah ini, baik terhadap bandar, pengedar, maupun penggunanya.

Sebab, pengguna narkoba di Bengkulu, tidak hanya di perkotaan saja, tapi sudah merambah ke desa-desa di daerah ini, sehingga jika masalah tidak diatasi maka pengguna barang haram ini terus meningkat ke depan.

“Kita tidak akan memberikan ampun kepada bandar dan pengedar narkoba di daerah ini, jika tertangkap kita proses sesuai hukum yang berlaku, serta diberikan hukum yang berat agar menjadi pelajaran bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam upaya menekan angka pengguna narkoba di Bengkulu, katanya, BNN setempat selain terus-menerus melakukan razia juga meningkatkan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar dan mahasiswa karena mereka rentan terperangkap barang haram tersebut, katanya.

Dari upaya yang dilakukan BNN tersebut, kata Supratman, diharapkan pengguna narkoba di Provinsi Bengkulu, ke depan dapat ditekan semaksimal mungkin.

106total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *