BMKG: Mentawai Diguncang 7 Kali Gempa Sejak Dini Hari

Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat diguncang gempa sebanyak tujuh kali sejak Kamis (5/4/2018) dini hari hingga pukul 06.46 WIB.

“Dari ketujuh gempa itu, tiga di antaranya berkekuatan di atas empat skala Richter (SR),” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono.

Ia menjelaskan, gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng di Samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai. Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai Barat Sumatera sampai ke Selatan Nusa Tenggara.

Pada sistem subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan yang nonvulkanik yakni Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano. “Lempeng India-Australia menghujam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan lebih kurang 50-60 milimeter per tahun,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peta guncangan menunjukkan gempa bumi kali ini dirasakan di pulau Siberut dan pulau Pagai. Catatan data sejarah kegempaan yang berdekatan dengan lokasi tersebut adalah gempa pada tanggal 25 Februari 2008 dengan kekuatan 7.0 SR, dan dirasakan di Mentawai dan Painan dan mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan.

Ia menyebutkan gempa pertama pada Kamis dini hari itu berkekuatan 4,3 SR terjadi pukul 00.16 WIB di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 27 kilometer.

Selanjutnya yang kedua berkekuatan 4.5 SR pukul 01.37 WIB di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 33 kilometer.

Gempa ketiga 3,3 SR 01:48 WIB di 106 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai, dan yang keempat gempa 3,6 SR pada 05.13 WIB 110 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 53 kilometer.

Kemudian yang ke lima berkekuatan tiga SR, pukul 06.19 WIB di 102 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman delapan kilometer, keenam 2,8 SR dan yang ke tujuh 4,8 SR pukul 06.46 WIB berjarak 105 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 42 kilometer.

“Masyarakat Mentawai diimbau tidak panik karena gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” tambahnya.

Selain itu selama 2017, BMKG mencatat 409 gempa bumi tektonik mengguncang Sumbar meningkat dibanding 2016 sebanyak 195 kejadian.

45total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *