Bicara Pilpres, Mahfud MD: Saya Memang Tendensius

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, Mahfud Md persoalkan pendukung Prabowo dan Presiden Joko Widodo.

Hal ini lah yang ia ungkapkan dalam laman akun media sosial Twitternya, @mohmahfudmd Senin (26/3/2018).

Semula, ia memberikan pndapat mengenai keprihatinannya soal ‘perang’ di media sosial.

Dirinya menuliskan:

“Sahabat2, Saya prihatin melihat perang di medsos menyongsong Pilpres 2019 yg umumnya seperti memperhadapkan kubu Jokowi dan kubu Prabowo sebagai musuh.

Di antara para pendukung sudah saling serang secara tidak sehat dan tidak baik bagi masa depan NKRI. Anda diadu domba, Kawan.

Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu bkn musuh, mereka hanya berkompetisi secara politik.

Pak Prabowo itu sudah saling berkunjung dengan Pak Jokowi.

Banyak pertemuan mereka yang diberitakan, banyak yang tak diketahui publik.

Masa, Anda kalap pd-hal mereka rukun. Ayolah, jaga NKRI

Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu sudah jauh move on, saling beropelukan, saling tertawa, dan naik. Belum lagi pertemuan mereka yg tidak diberitakan dan berbicara yang substantif.

Belum lagi pertemuan antar Tim inti mereka. Masa Anda msh mau saling bermusuhan. Jagalah NKRI.

Kawan, Anda juga jangan terjebak pada isu pengajuan tokoh sebagai calon kelompok Islam, padahal ybs tidak punya basis sosial Islam, tak paham Islam, dan tidak lebih Islami daripada yg hendak dilawankan.

Islam itu rahmat bagi alam, damai, bersahabat, terbuka terhadap perbedaan.

Maksud saya, kalau mendukung orang ya dukunglah karena konsep dan integritasnya.

Tapi kalau mau mendukung karena agama, ya, dukunglah yg memang betul2 mengerti agama, bukan yang hanya menjadikan agama, ulama, dan umat sbg tunggangan dan berbau radikal. Padahal, misalnya, salat saja “tidak”.

Kawan, hati2 jugalah terhadap pengadu domba yg mengorganiasir diri dalam kelompok buzzer.

Mereka berbagi peran, yang separuh pura2 mendukung dan memuja si A, yang separuhnya pura2 mendukung dan memuja B.

Lalu memancing emosi kita untuk ikut dan saling bertengkar. Tertawalah mereka.

Akhirnya, Kawan.

Pilpres itu hanya untuk memilih pemimpin kita selama lima tahun, rugi kalau hanya karena itu kita bermusuhan untuk selamanya.

Rugi NKRI ini jika kita tak dewasa-dewasa juga. Tabik (Mahfud MD)

Namun rupanya terdapat salah seorang netizen yang merasa keberatan dengan salah satu tulisan Mahfud MD yang mengatakan agama, ulama dan umat berbau radikal.

@antonsampit: kenapa yg disebut agama, “ulama” dan umat.. yang berbau radikal? Prof sepertinya sudah tendensius..

Menanggapi hal tersebut, Mantan Ketua MK tersebut menjawab:

@mohmahfudmd: Kan memang ada yang begitu. Saya sih memang tendensius, tendensius utk mengclearkan.

48total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *