Bertemu Megawati, Jokowi Akui Bahas Pilpres

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pertemuannya dengan pimpinan partai politik (parpol) koalisi pemerintah merupakan sesuatu yang rutin dilakukan. Diungkapkan, tak ada hal istimewa dari setiap pertemuannya dengan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketum PPP M Romahurmuziy, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), termasuk Ketum PAN Zulkifli Hasan.

“Pertemuan dengan Bu Mega, dengan Pak Romy, dengan Pak Surya Paloh dengan Cak Imin (Muhaimin), dengan Pak OSO, Pak Zulkifli, rutin biasa,” kata Jokowi seusai menghadiri acara Dzikir Kebangsaan Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/2).

Hal ini disampaikan Jokowi ketika ditanyakan pertemuannya dengan Megawati di Istana Batutulis Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/2). Dirinya dan Megawati berbicara banyak hal, termasuk mengenai pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) serta pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Kalau saya ngomong tidak (bicara pilpres), kan bohong. Ya berbicara pilpres, pilkada agar aman tentram seperti apa. Kurang lebih itu,” ujarnya.

Dia tak menjawab eksplisit ketika disinggung sikapnya akan maju pilpres dengan diusung PDIP. “Ya tadi bicara pilpres,” demikian mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Mengenai figur calon wakil presiden (cawapres) yang kemungkinan mendampinginya dalam pilpres, dia mengaku belum ingin membahas itu. “Masih panjang sekali,” ucapnya.

Sementara itu, Romy menuturkan, Jokowi menginginkan agar Pilkada Serentak 2018 berlangsung aman. Kontestasi Pilpres 2019, lanjutnya, diharapkan tidak dipenuhi ujaran kebencian. Ditambahkan, Jokowi juga menanyakan rencana masing-masing partai koalisi terkait sosok ideal cawapres.

“Tentu pada saatnya kan akan dibahas bersama. Saat ini presiden tingkatannya masih kepada pertemuan bilateral, antara PPP dengan beliau, antara PAN dengan beliau, antara PKB dengan beliau, dan partai-partai yang lain dgn beliau,” kata Romy.

Dia optimistis pada saatnya Jokowi akan mengintegrasikan seluruh hasil pertemuan. “Direkonsiliasi semua, kemudian sampai pada titik, yuk kita bahas bersama,” ujarnya.

Romy mempunyai kriteria cawapres pendamping Jokowi. Pertama, kebutuhan untuk menjaga keutuhan NKRI. Narasi besar NKRI dibangun atas dasar nasionalisme dan agama.

Kedua, dibutuhkan pasangan calon presiden (capres) dan cawapres yang jauh dari ujaran kebencian. “Ketiga, tentu adalah kebutuhan elektoral dari presiden sendiri, serta kebutuhan kemampuan beliau dengan massa yang akan datang,” tegasnya.

110total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *