Bertemu dengan Duterte, PM Jepang Berjanji Bantu Filipina Bangun Kembali Marawi

Pemerintah Jepang mengatakan akan membantu Filipina untuk membangun kembali Kota Marawi di selatan Filipina yang hancur akibat konflik bersenjata. Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dalam pernyataan bersamanya usai bertemu dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Pekan lalu, Duterte mengumumkan akhir dari operasi militer di Marawi yang telah berlangsung selama lima bulan, sejak kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS berhasil menguasai kota itu pada Mei. Konflik di Marawi telah menewaskan lebih dari 1.100 orang, termasuk 165 tentara Filipina.

“Pemerintah Jepang mengakui bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi Kota Marawi sangat penting,” demikian isi pernyataan tersebut sebagaimana dikutip dari Straits Times, Selasa (31/10/2017).

Jepang juga menawarkan bantuan untuk proyek lain, mulai dari infrastruktur rel sampai pertahanan sungai, termasuk pinjaman senilai 600 miliar yen untuk membantu mendanai pengembangan kereta bawah tanah di Manila. Pertemuan tersebut merupakan kesempatan bagi PM Abe untuk membahas keamanan di Asia menjelang sejumlah pertemuan regional penting yang dimulai dengan pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Vietnam pada November.

“Saya mengonfirmasi dengan Presiden Duterte bahwa kita adalah negara maritim yang memiliki nilai dasar dan kepentingan strategis serupa,” kata Abe.

Kedua negara, lanjutnya, akan membahas isu-isu umum termasuk Korea Utara dan “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka”. Jepang prihatin dengan kekuatan China yang tumbuh di Laut Cina Selatan dan melihat kerja sama dengan Filipina, yang terletak di sisi timur perairan, sebagai sekutu penting dalam membantu mencegah pengaruh Beijing menyebar ke Pasifik barat.

Duterte akan berada di Jepang sampai Selasa, 31 Oktober usai bertemu dengan Kaisar Jepang, Akihito.

189total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *