Bersifat Masukan, Pakar Hukum Nilai SMS Hary Tanoe Tak Penuhi Unsur Pidana

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya Palembang Bahrul Ilmi Yakup, menilai pesan singkat atau sms Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada kepada Kasubdit Penyidikan Jampidsus Kejagung Yulianto bersifat masukkan bukan ancaman.

Oleh sebab itu, menurut dia SMS yang bersifat masukkan adalah sesuatu hal yang tidak memenuhi unsur pidana. Sehingga, Kejaksaan tak memiliki hak konstitusional untuk melakukan pemidaan dalam pesan tertulis tersebut.

“Jaksa tidak punya hak konstitusional untuk memidana masyarakat yang memberi masukan, seperti SMS Hary Tanoe,” kata Bahrul saat dihubungi Okezone, Jakarta Senin (26/6/2017).

Bahrul yang juga Ketua Asosiasi Advocat Konstitusi itu menekankan, Kejaksaan harus siap menerima masukkan. Apalagi, Kejaksaan merupakan lembaga penegak hukum negara.

Seharusnya, lanjut dia masukkan seperti SMS Hary Tanoe harus dijadikan bahan refleksi dan koreksi atas kinerja Korps Adhyaksa selama ini.

“Masukan HT harus diterima sebagai bahan untuk memperbaiki diri, dan tidak konstitusiinal jika dipidanakan,” tutup dia.

190total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *