Berkat Poleng dan Tapen, Produksi Pertamina EP Asset 4 Lampaui Target

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu migas dan juga merupakan Kontraktor Kontrak Kerjasama dibawah naungan SKK Migas, semakin membuktikan kinerjanya dalam upaya pemenuhan target produksi migas nasional.

Melalui unit operasional Pertamina EP Asset 4 di Poleng Field, Pertamina EP berhasil menyelesaikan pengeboran sumur POL-N2.

Pengeboran Sumur POL-N2 merupakan pengeboran perdana offshore PT Pertamina EP. Pengeboran yang terletak di lepas pantai Laut Jawa dilakukan selama 47 hari menggunakan Rig Ensco 67 dengan kedalaman 8.696 ft.

Pengeboran ini merupakan pengeboran eksploitasi dengan jenis pengeboran horizontal. Keberhasilan pengeboran offshore sumur POL-N2 dapat diselesaikan secara aman dengan hasil produksi melebihi target sebesar 744 Barel Per Hari (BOPD) dan gas 1.07 Juta Kaki Kubik Per Hari (MMSCFD).

“Keberhasilan pengeboran Poleng adalah merupakan kerjasama team yang sangat solid antara Management Asset 4, Poleng Field, DWO, EPT dan arahan Management PEP Jakarta sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana, hal ini membuktikan bahwa Pertamina EP mampu mengelola pengeboran sumur offshore,” ujar Didik Susilo selaku Asset 4 General Manager.

Poleng Field Manager Charles P Siallagan menambahkan pengeboran POL-N2 dapat diselesaikan lebih cepat dari target. Hal ini menjadi bukti Asset 4 Poleng Field mampu melakukan cost effectiveness yang telah dicanangkan.

“Dengan waktu pengeboran lebih cepat Asset 4 Poleng Field mampu menekan biaya RKAP hingga 75 persen. Pengeboran sumur POL-N2 yang semula dianggarkan sebesar sekitar 15,5 juta dolar AS realisasi biaya mampu ditekan menjadi sekitar 11,6 juta dolar AS,” ujar Charles.

Tdak hanya berhasil di pengeboran POL-N2, Pertamina EP Asset 4 juga menunjukkan kepiawaiannya untuk pengeboran di darat. Dalam hal ini pemboran sumur TPN-4 yang berlokasi di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo Kecamatan Senori Kabupaten Tuban Jawa Timur, juga berhasil mendapat produksi baru dengan hasil uji kandung minyak sekitar 250 BOPD pada jepitan 40/64.

“Sumur yang mulai di bor sejak 15 Oktober 2017 ini selesai dikerjakan dengan kedalaman sumur mencapai sekitar 2,022 meter dan waktu pekerjaan yang lebih cepat dari target yaitu 31 hari serta membutuhkan biaya lebih efisien 25 persen dari anggaran yang disetujui SKK Migas sekitar 4,2 juta dolar AS,” jelas Heru Irianto, Cepu Field Manager.

Heru mengatakan pekerjaan di struktur Tapen dilanjutkan dengan pengeboran di titik sebelahnya yaitu Tapen 5 yang berjarak tidak jauh dari titik sumur Tapen 4. Hal ini untuk memenuhi komitmen kami dalam ketahanan produksi migas nasional..

“Dengan keberhasilan pemboran di dua lokasi ini membawa Asset 4 mencapai produksi 120,3 persen dari Target 2017 sebesar 12.255 Barel Per Hari (BOPD) dengan kumulatif produksi per 11 november 2017 mencapai 14.744 Barel Per Hari (BOPD) dan produksi gas mencapai 157,19 Juta Kaki Kubik Gas Per Hari (MMSCFD),” ujar Didik.

Dia menambahkan, manajemen Pertamina EP Asset 4 berharap keberhasilan ini menambah semangat dari seluruh rekan pekerja di PT Pertamina EP Asset 4 khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya.

34total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *