Sebarkan Berita Hoax “Ahok Keluyuran”, Pemilik Situs Posmetro.info Menunggu Giliran Diciduk Polisi

BANGNAPI.COM, Jakarta – Pihak kepolisian tidak main-main dalam memberantas kejahatan siber dan berita hoax. Baru-baru ini, Polri baru saja berhasil menangkap pelaku penyebar hoax di media sosial. Status yang dibuat terkait bom kampung Melayu yang dituding adalah sebuah hasil rekayasa.

Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pengguna Facebook, ARP (37). ARP ditangkap di rumahnya di Jl Sutan Syahrir, Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, Sumatera Barat, pada Minggu (28/5) sore. ARP ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

“Iya betul, yang bersangkutan sudah ditangkap. Besok akan dirilis oleh Humas Mabes Polri,” ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran saat dikonfirmasi detikcom, Senin (28/5/2017).

Tertangkapnya ARP ini menjadi sebuah peringatan keras kepada siapapun yang membuat berita hoax dan menyebarkannya. Tidak ada kompromi lagi terhadap para pengguna media sosial yang menggunakan akun dan situs beritanya membuat dan menyebarkan situs Hoax. Polri sudah mengawasi dengan satuan khusus Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Kerja satuan khusus kejahatan siber ini diyakini akan semakin sibuk ke depannya karena kejahatan siber memang belum memberikan efek jera bagi para pelakunya. Apalagi dalam usaha pembuatan dan penyebaran berita hoax ini bisa mendapatkan penghasilan mencapai ratusan juta. Bayangkan saja jika di seword penghasilan penulis Rp 3,- perviewer bagaimana jika penulisnya tidak sebanyak seword dan tidak perlu dibagi-bagi??

Itulah mengapa tumbuh subur media pembuat dan penyebar berita hoax. Dan kalau mau disimpulkan, maka yang melakukannya adalah kubu yang itu-itu saja. Sebuah fakta yang harus disikapi dan kita lawan dengan tegas. Seword adalah salah satu media yang ikut dalam perlawanan tersebut.

Nah, setelah ARP ini kemungkinan besar yang akan segera diciduk adalah pemilik situs posmetro.info yang menyebarkan berita hoax terkait keluyurannya Ahok. Entah kebetulan atau memang Sumatera Barat tumbuh subur para pembuat dan penyebar berita hoax, Abdul Hamdi Mustafa, ternyata berasal dari Payakumbuh, Sumbar dan saat ini masih kuliah di UNP padang Jurusan Elektro.

Di media sosial sendiri nama Hamdi ini sudah diviralkan dan dihebohkan serta dilaporkan ke akun twitter Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, . Bukan hanya itu, bahkan sudah ada yang membuat sayembara jika ada yang tahu dan mengantarkan hamdi kepadanya.

Hamdi seperti diketahui memang memakai media sosial untuk memviralkan sesuatu yang menjelekkan Ahok. Bahkan saat Pilkada Jakarta termasuk cyber army kubu sebelah untuk mendowngrade elektabilitas Ahok dan sepertinya akan dipakai juga untuk mendowngrade elektabilitas Jokowi. Apalagi kalau bukan dengan membuat dan menyebarkan berita hoax.

Inilah berita hoax yang dibuat dengan sangat licik oleh Hamdi demi meraup rupiah. Apalagi memang sangat banyak orang yang bersumbu pendek dan membenci Ahok.

Situs Berita Favorit

Berita ini sudah hoax juga sangat provokatif serta merupakan fitnah yang keji.. Bahkan berita ini tentu saja sedang mempertanyakan dan meragukan kredibilitas kepolisian dengan menyebut Mako Brimob sebagai tempat yang begitu gampangnya mengizinkan Ahok keluar masuk dan keluyuran. Hebatnya, kabar keluyurannya Ahok ini sangat detail, yaitu setiap pukul 19.00 Ahok keluar dari Mako Brimob,  Dan kembali lagi ke tahanan pukul 05.00.

Kabar tersebut dibantah oleh aparat polisi.

“Tidak benar, itu hoax. Yang bersangkutan saat ini masih ditahan di Rutan Mako Brimob, silakan saja cek,” ujar Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan kepada wartawan, Selasa (23/5/2017).

Situs penyebar berita hoax seperti posmetro.info ini memang tidak cukup hanya dengan diberedel situsnya. Karena dengan mudahnya akan bisa dibuat lagi. tetapi cara yang paling ampuh adalah dengan menciduk otak di belakang semua aksi ini. Dengan begitu, bukan hanya berhasil meredam pembuatan dan penyebaran isu hoax, tetapi juga memberi efek jera kepada yang lain.

Ditangkapnya ARP karena status tudingan bom Kampung Melayu rekayasa tentu saja memberikan peringatan keras kepada yang lain. Netizen saat ini memang harus ditertibkan. Terlalu banyak membuat dan menyebarkan berita hoax yang menimbulkan keresahan sampai di kehidupan nyata memang harus segera diredam. Karena sudah ada efeknya, seperti yang dialami oleh Ahok.

Semoga segera ditangkap nih pemilik situs pembuat dan penyebar hoax. Supaya ke depan isu politik dan kehidupan sosial bermasyarakat kita menjadi lebih baik.

Salam Anti Hoax.

945total visits,3visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *