Bengkulu Datangkan Garam dari Palembang

0

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Bengkulu, akan mendatangkan garam komsumsi dari Palembang, Sumatera Selatan. Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi kebutuhan masyarakat daerah ini sambil menunggu pasokan dari Madura, Jawa Timur stabil.

“Kita sudah minta distributor garam di Palembang untuk mensuplai barang tersebut ke Bengkulu, sehingga kebutuhan garam di daerah ini dapat diatasi dengan baik. Ini kami lakukan karena stok garam di Bengkulu, sudah menipis sejak pasokan dari Madura, Jatim terhenti dua bulan lalu,” kata Kepala Disperindag Kota Bengkulu, Dewi Darma, di Bengkulu, Minggu (30/7).

Ia mengatakan, dari hasil pengecekan Disperindag ke lapangan beberapa hari lalu, stok garam di Kota Bengkulu, sudah menipis karena dua bulan tidak mendapat pasokan garam dari Madura, Jawa Timur (Jatim).

Stok garam yang ada sekarang, katanya jika tidak ditambah secepatnya dengan mendatangkan dari Palembang, Sumsel, maka Bengkulu akan mengalami krisis garam.

Karena itu, Disperindag Kota Bengkulu melalui CV Abadi dan Puskud Raflesia untuk menfasilitasi pasokan garam dari Palembang daerah ini, sehingga stok bahan penyedap masakan tersebut tetap normal dan terhindar dari kelangkaan.

Dengan stok garam konsumsi yang cukup itu, maka persedian garam di tangan para pedagang tidak mengalami kelangkaan, sehingga harga barang tersebut, di Kota Bengkulu kembali stabil seperti biasa setelah sempat terjadi kenaikan antara Rp 1.000-Rp 2.000/bungkus ukuran 250 gram.

“Kita berharap awal Agustus ini, pasokan garam dari Palembang tiba di Bengkulu, sehingga stok barang ini di pedagang setempat kembali normal dan harganya akan turun dan stabil,” ujarnya.

Namun, Dewi tidak menyebutkan jumlah garam konsumsi yang akan didatangkan ke Bengkulu dari Palembang tersebut. “Yang jelas, kita sudah minta bantuan dari CV Abadi dan Puskud Raflesia selaku distributor garam di Bengkulu, untuk mendatangkan barang tersebut dari Palembang ke daerah ini,” ujarnya.

Selama ini, CV Abadi dan Puskud Raflesia mendapatkan pasokan garam konsumsi dari Madura, Jatim sebanyak 400 ton/bulan. “Kita berharap paling tidak 100-200 ton garam dari Palembang bisa dipasok ke Bengkulu, sehingga kebutuhan garam di daerah ini tercukupi,” ujarnya.

Selain itu, kualitas garam yang akan didatangkan ke Bengkulu, paling tidak sama dengan garam yang sudah diolah CV Abadi dan Puskud Raflesia, sehingga garam tersebut aman dikonsumsi masyarakat.

“Kita sudah minta kepada CV Abadi dan Puskud Raflesia agar garam yang dikirim suplayer Palembang ke Bengkulu, kualitasnya sama dengan garam yang beredar di daerah ini, sehingga masyarakat tidak was-was untuk mengkonsumsinya,” ujarnya.

Dewi menambahkan, sesuai kesepakatan pihaknya dengan suplayer Palembang garam yang dipesan Disperindag Kota Bengkulu, akan tiba di daerah ini paling lambat 2 hari kedepan.

“Jadi, kalau tidak ada aral melintang garam yang kita pesan dari suplayer Palembang, akan tiba di Kota Bengkulu pada Senin atau Selasa. Kita berharap rencana ini tidak meleset sehingga stok garam di Bengkulu, kembali normal,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Bengkulu, Erik Rizal mengapreasiasi kinerja Disperindag Kota Bengkulu, yang telah mengambil inisiatif memesan garam dari Palembang.

“Kita berikan apresiasi kepada Disperindag Kota Bengkulu, yang tanggap mengatasi krisis garam dengan mendatangkan garam dari Palembang, sehingga ancaman krisis garam di daerah ini dapat dihindari,” ujarnya.

Erik mengatakan, pihaknya juga sudah mengirim surat ke Kementerian Perdagangan agar krisis garam di Bengkulu, dapat diatasi dalam waktu dekat, sehingga harga bahan penyedap masakan ini kembali normal.

72total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply