Begini Awal Kecelakaan di Bawen yang Sebabkan Lima Orang Tewas

Sri Mulyono (44) anak dari korban kecelakaan karambol di Jalan Semarang-Solo, tepatnya di depan Pabrik Apac Inti Corpora, Bawen, Kabupaten Semarang, Zamzirah (72) mengaku telah mengikhlaskan kepergian ibunda tercintanya.

“Sebelumnya, tidak ada firasat apa-apa. Kami sekeluarga sudah mengikhlaskan kepergian ibu,” katanya.

Zamzirah yang merupakan warga Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang merupakan satu dari lima korban meninggal dunia.

Saat kejadian nahas itu, ibunya hendak mengantarkan tamu dan menyeberang di Jalan Soekarno-Hatta tersebut.

“Saat menyeberang jalan terjadi kecelakaan tersebut,” sambung Mulyono yang matanya berkaca-kaca.

Satpam Apac Inti Corpora, Aji Partono mengatakan saat kejadian kondisi di luar pabrik sebenarnya tidak terlalu ramai karena merupakan jadwal jam kerja.

“Beruntung saat itu masih jadwal jam kerja, sehingga karyawan masih berada di dalam pabrik. Jadi, tidak banyak jatuh korban,” ungkapnya.

Menurutnya, di turunan Bawen ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan.

“Bahkan kalau malam, karena kondisinya sepi, truk-truk dari arah turunan lajunya kencang seperti sedang balapan. Tentu, kami berharap supaya ada rambu atau marka jalan yang dapat memperlambat laju kendaraan,” tandasnya.

PT Jasa Raharja telah memberikan santunan kepada korban kecelakaan beruntun di Jalan Semarang-Solo tepatnya di depan Pabrik Apac Inti Corpora, Bawen, Kabupaten Semarang.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Tengah, Harwan Muldidarmawan mengatakan para ahli waris untuk korban meninggal dunia masing-masing mendapatkan Rp 50 juta.

“Ada lima korban meninggal dunia saat kecelakaan dan masing-masing ahli waris mendapatkan santuna Rp 50 juta,” kata Harwan, Rabu (30/8).

Kelima korban meninggal dunia tersebut yakni Zamzirah (72), Johan Wijaya (23), Sri Sukhardi (74), Juremi (38), keempatnya warga Kabupaten Semarang, dan Taufik (46) warga Kota Semarang yang merupakan pengemudi truk tronton.

Selain memberikan santunan kepada korban meninggal dunia, Jasa Raharja juga memberikan santunan kepada korban luka-luka. Harwan memaparkan ada enam orang yang menjadi korban luka dan saat ini telah dirawat di Rumah Sakit Ken Saras.

“Untuk korban luka-luka mendapatkan santunan masing-masing Rp 20 juta dan digunakan untuk biaya perawatan selama di rumah sakit,” tandasnya.

Seperti beritakan, terjadi kecelakaan karambol, berawal dari truk tronton yang diduga mengalami rem blong.

Truk tersebut menghantam truk pengangkut kayu dan mobil box, hingga akhirnya terbalik dan menghantam lima warung.

 

120total visits,4visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *