Bawaslu: Calon Tunggal Boleh, tetapi Tidak Baik

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menilai pilkada dengan calon tunggal sah-sah saja terjadi sebagaimana telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi. Namun, menurut pria yang biasa disapa Afif ini, maraknya daerah dengan calon tunggal tidak baik untuk iklim demokrasi.

“Calon tunggal boleh dan konstitusional, tetapi tidak baik untuk iklim demokrasi,” ujar Afif saat diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (2/1).

Pasalnya, dengan calon tunggal maka masyarakat hanya memiliki satu alternatif. Menurut Afif, semakin sedikit opsi calon kepala daerah, maka partisipasi pemilih juga semakin minim.

“Potensi partisipasi pada pilkada calon tunggal menurun karena masyarakat menilai tiada pilihan selain satu paslon (pasangan calon). Koalisi parpol hanya konsen ke satu paslon ketika perahunya diborong,” tandas dia.

Afif menilai sah-sah saja jika calon tunggal terjadi karena proses alamiah di mana petahana prestasinya luar biasa sehingga mayoritas masyarakat dan parpol mengusungnya. Tetapi kalau orientasinya kalah-menang, maka calon tunggal bisa jadi hasrat calon untuk memenangi kontestasi.

“Parpol juga perlu terus melakukan kaderisasi agar daerah tidak kekurangan calon untuk kontestasi,” pungkas dia.

 

sport-detik.com | Berita Bola, Prediksi Bola, Hasil Pertandingan, Jadwal Pertandingan, Skor Bola, Klasemen dan Transfer Pemain
Sumber : <Source>

119total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *