Baru 396 Calon Kepala Daerah Laporkan Hartanya ke KPK

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi setiap kandidat yang bakal bertarung dalam Pilkada serentak 2018. Namun, hingga saat ini baru 396 calon kepala daerah yang melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sampai saat ini ada 396 orang yang melaporkan kepada KPK,” kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/1).

Secara rinci, Febri membeberkan terdapat 23 calon gubernur dan 19 calon wakil gubernur yang melaporkan harta kekayaannya. Selain itu terdapat 139 calon Bupati, 121 calon wakil bupati, 50 calon wali kota dan 44 calon wakil wali kota yang sudah menyerahkan LHKPN.

“Daerah (calon kepala daerah) terbanyak yang melaporkan‎, dari Sumatera Selatan 40, dan ‎Kalimantan Tengah sebanyak 30 orang,” kata Febri. ‎

Dengan data ini, belum seluruh calon kepala daerah yang melaporkan harta kekayaannya kepada KPK. Pada 2018 ini terdapat 171 daerah yang menggelar Pilkada, meliputi 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota.

Secara perhitungan, jika setiap daerah setidaknya diikuti dua pasang calon maka sedikitnya terdapat 684 bakal calon gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota yang berkewajiban melaporkan harta kekayaannya kepada KPK.

Untuk itu, KPK mengimbau setiap calon kepala daerah yang belum menyerahkan LHKPN untuk segera melaporkan harta kekayaan mereka. Hal ini lantaran pelaporan harta kekayaan menjadi salah satu syarat mengikuti Pilkada serentak 2018.

“Untuk mendukung pelaksanaan Pilkada serentak, KPK buka posko LHKPN, ada sekitar 20 pos dibuka untuk terima LHKPN,” kata Febri.

Selain merupakan ketentuan peraturan perundang-undangan, laporan harta kekayaan ini penting agar masyarakat mengetahui harta calon pemimpinnya. Tak hanya itu, laporan harta kekayaan juga menjadi ujian kejujuran setiap kandidat dalam mengungkap harta kekayaan yang dimilikinya kepada masyarakat.

“Ini penting bagi publik agar masyarakat tahu harta kekayaan mereka. Dan bagi calon kepala daerah ini tes kejujuran mereka seberapa jujur ke masyarakat mengenai jumlah kekayaan mereka,” tambah Febri.

115total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *