Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Pembuat Uang Palsu

Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

Para pelaku diantaranya berinisial S, M, RS, GK alias I, T, dan AR. Mereka ditangkap di empat tempat terpisah yakni Majalengka, Surabaya, Situbondo, dan Madura.

“Modusnya mereka berdasarkan pesanan. Kalau ada yang pesan, baru uang palsu itu ditukarkan dengan uang asli,” ujar Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).

Beberapa titik yang menjadi tempat peredaran uang palsu berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali dan Kalimantan Barat. Polisi menemukan paling banyak uang palsu ini beredar di Bali yakni 41 lembar.

Masing-masing pelaku yang ditangkap memiliki peran berbeda, mulai dari pengedar yaitu M dan S, perantara yaitu R, pembuat uang palsu yaitu saudara T dan G dan pemodal yaitu AR. Saat ini para tersangka ditahan di Bareskrim Polri.

Polisi menyita 196 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dari tangan S, sementara dari M polisi menyita uang palsu sebanyak 117 lembar.

“Ini sisa yang dari udah dibakar. Yang dibakar 400 juta menurut pengakuan tersangka,” kata Agung.

32total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *