Banjir Mengancam Kota Bekasi, Lokasinya Menyebar di 46 Titik

Meski Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan upaya penanggulangan banjir, namun jumlah titik banjir tidak berkurang.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi mencatat, ada 49 titik banjir yang terjadi akibat air kiriman dari Bogor maupun berada di daerah cekungan.

“Seluruh titik banjir itu tersebar di 10 kecamatan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi, Tri Adhianto Tj di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (18/10).

Meski jumlah titik banjir tidak berkurang, namun Tri berdalih upaya yang dilakukan pemerintah sudah maksimal.

Bahkan pada 2016 lalu, pengentasan rawan banjir itu sudah teratasi sekitar 30 persen, melalui pembangunan sejumlah polder air di titik rawan banjir.

“Kita bangun polder air untuk menampung sementara air hujan, setelah itu air dibuang ke kali menggunakan pompa,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, polder air yang dibangun pemerintah tersebar di sejumlah titik. Misalnya Perumahan Dosen IKIP dengan biaya Rp 20 miliar, Perumahan Bumi Satria Kencana Rp 20 miliar, Kawasan Sasak Jarang Rp 30 miliar dan kawasan Aren Jaya dengan biaya Rp 10 miliar.

Bahkan pada 2017 ini, pihaknya membangun bendung Koja seluas 2,5 hektar, semua anggaran dari APBD Kota Bekasi.

Sedangkan, untuk biaya pengentasan banjir tahun 2017 kata Tri, pemerintah daerah menganggarkan Rp 300 miliar dari APBD 2017.

“Termasuk pembelian pompa yang bisa dipakai di daerah rawan genangan air. Untuk pompa itu disiagakan di tiap-tiap titik rawan banjir,” paparnya.

Saat ini, untuk mengantisipasi air kiriman dari Bogor, kata Tri, pihaknya sudah berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane-Cileungsi (BWSCC).

Tujuannya adalah dengan melakukan penguatan tanggul di bantaran Kali Bekasi.

“Akan ada perbaikan tanggul di Kali Bekasi, pertama di Jalan Cipendawa, Perumahan Kemang dan SDN VI Pekayon Jaya,” katanya.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Yudi Saptono menambahkan, penanganan banjir selama ini hanya memfokuskan kepada titik rawan saja.

Seharusnya sumber banjir yang harus menjadi perhatian. “Termasuk melakukan perbaikan Kali alam,” katanya.

Dia mengatakan, telah melibatkan DKI untuk menormalisasi Kali alam di daerah aliran sungai (DAS) di daerah Bantargebang, Kota Bekasi. Diharapkan rencana itu bisa teralisasi secepatnya.

“Usulan itu sudah diajukan ke DKI,” ujarnya.

Data titik banjir di Bekasi:
Kecamatan Jatiasih 8 titik,
Kecamatan Bekasi Selatan 7 titik,
Kecamatan Rawalumbu 5 titik,
Kecamatan Bekasi Timur 8 titik,
Kecamatan Bekasi Utara 3 titik,
Kecamatan Bekasi Barat 6 titik,
Kecamatan Pondokmelati 2 titik,
Kecamatan Pondokgede 5 titik,
Kecamatan Medansatria 3 titik,
Kecamatan Mustikajaya 2 titik.

– Anggaran khusus banjir Rp 300 miliar dari APBD 2017
– Pembuatan polder Aren Jaya, Bekasi Timur, polder Pengasinan, Bekasi Timur, polder Irigasi Bekasi Timur, polder Galaxy Bekasi Selatan, polder perumahan IKIP Pondokgede

37total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *