Atasi Kekeringan, Pemkab Gunung Kidul Cari Sumber Air

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya mencari sumber mata air baru untuk mengatasi kekeringan dan memperluas cakupan pelayanan air bersih.

Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan setiap tahun, Pemkab berusaha mencari solusi terkait masalah kekeringan yang terus terjadi.

“Sumber air baru terus kita cari, termasuk terbuka bagi pihak swasta untuk mengembangkan teknologi pengubah air laut menjadi tawar (desalisasi),” katanya sebagaimana dilansir ANTARA, Jumat (22/9/2017).

Diakuinya, pemkab terkendala anggaran untuk pemanfaatan teknologi tepat guna seperti desalinasi.

“Kami akan sangat menyambut jika ada pihak swasta yang mau mengembangkan teknologi tersebut (Desalisasi). Kalau ada yang mau, pasti akan didukung,” katanya.

Menurut Immawan, Gunung Kidul bukan kekurangan air, namun kesulitan dalam mengakses air. Didalam pegunungan karst terdapat mata air yang melimpah, namun karena sumbernya sangat dalam perlu biaya dan teknologi yang cukup tinggi.

Semtara itu, Bupati Gunung Kidul Badingah menambahkan beberapa sumber air yang saat ini dikelola pemkab melalui PDAM Tirta Handayani belum bisa dimanfaatkan maksimal. Contohnya, sumber di Baron saat ini baru 90 sampai 100 liter perdetik, padahal potensinya bisa lebih.

“Kami berupaya menambah sumber air untuk mengatasi kekeringan,” imbuh dia. Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Isnawan Febrianto menjelaskan saat ini dari belasan sumber mata air yang dikelola, ada beberapa yang debit airnya cukup tinggi, diantaranya Bribin I dan II, Goa Seropan, Baron, dan Ngobaran.

“Yang utama adalah Bribin I, nanti akan kita tambah debitnya menjadi 100 liter perdetik,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan mengolah sumber air di Bribin I agar tidak keruh, karena selama ini air langsung dialirkan ke pelanggan tanpa diolah. “Besuk akan kita olah terlebih dahulu,” ucapnya.

Direktur Teknik PDAM tirta Handayani Pratomo Hadi menambahkan saat ini operasional Bribin I sudah melayani lebih dari 6000 kepala keluarga, meliputi kecamatan Rongkop, Girisubo, sebagian Semanu, dan Tepus.

“Komitmen kami seluruh pipa terisi air, yang sudah terlayani pipanisasi sudah 69 persen, dengan cakupan 369 ribu jiwa,” ucapnya.

39total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *