Assad Akhirnya Muncul, Ini Katanya Mengenai Serangan Kimia Mematikan

BANGNAPI.COM, Jakarta – Untuk kali pertama sejak tuduhan bom sarin dijatuhkan pemerintahan Presiden Syria Bashar al-Assad dan serangan 59 rudal Tomahawk Amerika Serikat (AS) ke pangkalan militer Syria, Assad muncul di media.

Menghelat wawancara dengan Chief Biro AFP Beirut Sammy Ketz, Assad mengatakan kalau serangan gas sarin di Syria adalah 100 persen kebohongan. Assad menyebutkan kalau video dan foto-foto yang muncul di media biasa saja palsu.

”Cerita itu sama sekali tidak menyakinkan,” katanya tegas. ”Bagaimana Anda bisa memastikan kalau video itu benar? Banyak sekali video palsu saat ini,” ulasnya.

Ditanya mengenai foto orang-orang dan anak-anak yang mengeluarkan busa dari mulutnya, posisi Assad serupa. ”Kita tidak tahu apakah benar mereka anak-anak yang terbunuh di Khan Sheikhun. Apakah mereka benar-benar meninggal dunia?”

Hasil wawancara Assad yang dirilis hari ini juga menyebutkan kalau mereka sama sekali tidak perduli dengan negara Barat atau AS. ”Trump (Donald Trump, Red) harus memakan ucapannya sendiri, menelan kebanggannya, dan putar balik kalau ingin bertahan menjadi presiden,” ujarnya dalam wawancara yang dihelat di Ibukota Syria Damaskus.

Dia menyebutkan kalau pemerintahannya sudah tidak lagi menggunakan senjata kimia sejak 2013. Mereka pun bersedia diselidiki namun penyelidikan harus dilakukan oleh negara yang tidak bias.

Ditegaskan Assad, semua bukti penyerangan itu hanya datang dari kelompok militan yang berafiliansi dengan Al Qaeda. Dan, kelompok militan tersebut memang menguasai Provinsi Idlib, tempat Khan Sheikhun berada.

Kata Assad, Khan Sheikhun tidak strategis dan bukan titik perang utama. ”Belum ada yang melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi di Khan Sheikhun saat itu. Khan Sheikhun di bawah kekuasaan Al-Nusra Front yang merupakan cabang Al Qaeda. Dan semua informasi yang sekarang beredar berasal dari sana,” katanya.

Disebut Assad, sumber Al Qaeda yang menyebarkan berita tersebut memaparkan kalau serangan terjadi pada pukul 06.30. Sementara, serangan militer Syria di kawasan tersebut sekitar pukul 11.30-12.00.

”Jadi, ini ada dua kejadian yang berbeda. Tidak ada perintah militer untuk melakukan serangan. Kami tidak punya senjata kimia. Kami sudah tidak punya arsenal sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, kalau kami punya, kami tidak akan menggunakannya. Kami tidak akan mengunakan arsenal dalam sejarah kami.”

724total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *