Antisipasi Musim Haji, Bandara Juanda Siapkan 12 Toilet Darurat

0

Pengelola bandara internasional Juanda telah menyiapkan belasan unit toilet portabel darurat mengantisipasi membeludaknya keberangkatan para calon jemaah haji (CJH) embarkasi Surabaya yang dimulai, Kamis (27/7) hari ini. Sederatan toilet portabel tersebut ditempatkan di airside Bandara Juanda, tak jauh dari lokasi parkir bus, Rabu (26/7).

“Kami wajib meningkatkan pelayanan bagi para tamu Allah itu sebaik-baiknya,” ujar General Manager PT Angkasa Pura 1 Juanda Surabaya, Yuwono, kepada wartawan, terkait pemasangan 12 unit toilet portabel darurat. Selain toilet portabel, pengelola pihaknya juga menyiapkan musala khusus bagi para jemaah. Musala yang permanen sudah ada namun daya tampungnya sangat terbatas sehingga perlu tempat lain yang lebih memadai.

Kami sebenarnya menyediakan Gate 11 dan 12 yang selama ini untuk Terminal Umrah. Namun pengalaman selama ini belum pernah dimanfaatkan. Solusinya adalah disediakan toilet portabel itu,” ujar Yuwono sambil menambahkan, penyediaan toilet portable di bandara adalah hasil koordinasi PT Angkasa Pura, Kemenag Jatim, PPIH, dan pihak terkait.

Sebab, CJH pasti banyak yang berusia lanjut. “Untuk urusan ke ‘belakang’ itu, orang yang berusia sepuh sulit ditahan. Alhamdulillah usulan kami untuk toilet portable dipenuhi,” kata Sugianto.

Sementara itu Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugianto, dikonfirmasi terpisah menambahkan, bahwa semua CJH Embarkasi Surabaya akan bertolak dari Asrama Haji Sukolilo untuk langsung terbang ke Jeddah, Saudi Arabia. Mereka tidak melalui Terminal 2 (Keberangkatan) Internasional di Bandara Juanda, namun langsung menuju apron pesawat.

Untuk pemeriksaan dokumen dan barang bawaan, sebelumnya sudah dilakukan di Asrama Haji. Mereka harus meninggalkan Asrama Haji Sukolilo Surabaya begitu memperoleh jadwal (keberangkatan) terbang. Meski

keberangkatan pesawat tertunda, jemaah sudah tidak bisa di Asrama Haji lagi karena asrama akan di tempati kloter berikutnya. “Konsekuensinya, jika sampai ada keterlambatan keberangkatan, maka CJH harus tetap berada di bus,” tandas dia.

68total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply