Antisipasi Gunung Agung Meleteus, Ribuan Warga Karangasem Mengungsi

Mengantisipasi meletusnya Gunung Agung, ribuan warga sekitar sejak Rabu (20/9) hingga Jumat (22/9) memilih menyelamatkan diri dengan mengungsi ke lokasi yang aman. Warga yang berada dalam radius 6 km juga merasakan beberapa kali gempa.

Warga yang mengungsi berasal dari tiga kabupaten yakni Kabupaten Buleleng, Klungkung dan Karangasem. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, sebanyak 1.259 warga di Kabupaten Karangasem mengungsi secara mandiri menyusul peningkatan aktivitas Gunung Agung yang berstatus siaga.

Salah seorang warga yang mengungsi Ni Kadek Piri (41) di aula Sri Radha Kunjavihari Ashram, Desa Paksebali , Klungkung, Kamis (21/9) menuturkan ia bersama kerabatnya memilih mengungsi. Ni Kadek Piri yang merupakan warga Dusun Pura, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem mengungsi ke Klungkung karena khawatir meningkatnya aktivitas Gunung Agung. “Kami mengungsi karena takut. Hampir setiap malam kami rasakan gempa. Kami khawatir jika Gunung Agung nanti meletus,” ungkap Ni Kadek Pari.

Selain sering merasakan gempa, ia mengungkapkan suhu di Desa Sebudi yang berjarak 3 kilometer dari kawah Gunung Agung terasa lebih panas dari biasanya. “Walaupun belum ada tanda hewan turun dari gunung, tapi kami merasakan suhu lebih panas dari biasanya,” jelasnya sekaligus mengatakan sudah hampir 75 persen warga di Desa Sebudi mengungsi ke Klungkung dan wilayah Rendang.

Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Bali, saat ini ada 1.259 jiwa pengungsi yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Buleleng, Klungkung dan Karangasem. Di pos pengungsian Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, terdapat 222 jiwa pengungsi, yaitu 124 jiwa laki-laki dan 98 jiwa perempuan yang berasal dari Dusun Pengalusan, Belong, Bunga dan Pucang.

Di Aula Kantor Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 114 jiwa pengungsi yang berasal dari Dusun Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu. Sementara di Gudang milik Dewa Nyoman Rai di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 42 jiwa pengungsi.

Sedangkan di Kabupaten Klungkung, pengungsi tercatat berada di pos pengungsi GOR Swecaparu Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung sebanyak 378 jiwa. Pos pengungsian lainnya yaitu di Balai Banjar Desa Adat Sanggem, Desa Sangkan Kabupaten Karangasem sebanyak 170 jiwa yang berasal dari Banjar Dinas Yehe dan Sebudi.

BNPB mencatat jumlah penduduk di Kawasan Rawan Bencana III sesuai radius yang ditetapkan terdapat 49.485 jiwa yang berasal dari enam desa di Kabupaten Karangasem. Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Pemerintah Provinsi Bali masih menyiapkan sarana dan prasarana pengungsian.

189total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *