Wow! Anggota Dan Pimpinan DPRD DKI Datangi Alexis, Anies Tetap Tutup Alexis??

BANGNAPI.COM, Jakarta – Kita tentu masih ingat janji Anies Baswedan yang akan menutup Alexis jika dia menjadi Gubernur. Bahkan Anies menjamin bahwa penutupan akan dilakukannya ketika dia sudah resmi menjadi Gubernur. Anies beralasan bahwa Alexis adalah karena peredaran narkoba dan prostitusi disana.

Hal ini disampaikan Anies saat debat resmi KPUD Jakarta. Anies bahkan menyindir kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang tegas saat menggusur, tetapi urusan prostitusi di Alexis tidak.

“Prostitusi kelas tinggi aturannya a, b, c, enggak bisa bertindak. Di mana pegangan nilainya?” kata Anies.

“Ya, ya (ditutup). Saya sampaikan kita sudah kerja susah-susah, narkoba dibiarkan begitu saja. Rusak semuanya. Karena itu, kita serius kemarin,” ujar Anies

Sangat tegas sekali pernyataan Anies ini. Sebuah pernyataan tegas tanpa peduli aturan dan etika dalam penutupan sebuah usaha. Anies seperti sudah yakin dengan pernyataannya dan siap untuk menutup Alexis yang menurutnya sudah terbukti melakukan aksi prostitusi dan narkoba.

Menariknya, semalam, Rabu (24/5/2017), Rombongan anggota DPRD DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak ke tempat hiburan malam. Salah satu yang dikunjungi adalah Alexis. Dalam sidak tersebut, DPRD DKI memperingatkan bahwa mereka tidak main-main dalam hal mencegah peredaran narkoba di tempat hiburan malam.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, yang ikut dalam rombongan tersebut, memperingatkan Alexis, bahwa jika ditemukan ada narkoba di tempat mereka saat melakukan sidak berikutnya, maka tidak segan-segan akan dilakukan penutupan langsung.

“Tadi kita dari Illigals. Next ke depan kita ke sini tanpa permisi. Kalau saya datang ada narkoba, langsung tutup ini Pak. Kita minta komitmen Bapak untuk dukung program pemerintah,” ujar Prasetio.

Pernyataan Prasetio ini tentu saja berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Anies Baswedan. Jikalau, Prasetio masih beri kesempatan dan akan menutup langsung jika menemukannya saat sidak berikutnya, maka Anies akan langsung menutup pada kesempatan pertama ketika dia menjabat menjadi Gubernur. Lalu yang menjadi pertanyaan paling mendasar, “APAKAH ANIES TETAP TUTUP ALEXIS SAAT JADI GUBERNUR??”

Saya ragu hal itu akan dilakukannya. Saat ini saja, Anies sudah tersandera image bahwa dia tidak akan bisa menghentikan reklamasi. Sebuah janji yang menjadi andalannya untuk meraih suara di Pilkada jakarta. Bahkan terindikasi juga ada janji-janji lain yang tidak akan direalisasikannya.

Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan enggan menjelaskan mengenai kelanjutan proyek reklamasi usai penetapan di KPU DKI Jakarta, Jumat (5/5/2017). Pertanyaan ini kembali diangkat karena sebelumnya Anies berjanji akan bicara mengenai program kerjanya setelah resmi ditetapkan KPU.

“Nanti kita lihat, ya,” kata Anies singkat.

Kedatangan rombongan anggota DPRD DKI Jakarta ini tentu saja semakin membukakan kepada kita semua bahwa menutup sebuah usaha hiburan malam tidak bisa dilakukan seenak-enaknya tanpa bukti dan dasar yang kuat. Pemprov DKI harus punya bukti untuk melakukan penutupan hiburan malam yang melakukan aksi prostitusi dan pembiaran peredaran narkoba. Jika itu terbukti, maka tidak perlu lagi pakai cara lembut, langsung ditutup.

Ahok sudah membuktikan ketegasan tersebut dengan menutup 2 tempat hiburan malam. Alasannya apalagi kalau bukan ditemukannya ada narkoba di tempat hiburan malam tersebut.

“Ketika Pak Anies bilang tak berani tutup Alexis, kami sudah tutup Stadium dan Milles. Ketemu narkoba, kami tutup,” kata Ahok.

Apakah Anies akan tetap menutup Alexis saat dia menjadi Gubenur hanya dengan alasan pribadi bahwa disana ada prostitusi dan narkoba?? Apakah Anies akan berani membuat ketegangan diawal masa pemerintahannya dengan tegas berurusan hukum dengan Alexis yang tentu saja akan melakukan perlawanan jika alasan penutupan mereka tidak didasari bukti hukum yang kuat.

Kedatangan rombongan DPRD DKI Jakarta ini menunjukkan kepada kita bahwa menutup sebuah usaha hiburan malam bukanlah hal yang mudah dan tidak boleh dilakukan dengan arogansi. Apalagi mmereka punya ijin yang resmi dari pemprov. Penutupan usaha dengan arogan hanya akan menimbulkan efek domino tidak baik bagi iklim usaha di jakarta.

Hiburan malam bukan lagi hal tabu di Kota-Kota besar. Jadi, harus tetap menjaga hubungan baik dengan para pemilik usaha yang juga ingin kepastian usaha mereka. Jika gegabah, maka investor akan banyak berpikir ulang untuk berusaha di Jakarta. Hal ini tentu saja akan berpengaruh kepada PAD Jakarta.

Bukankah Anies adalah seorang yang mengedepankan komunikasi dan tidak melakukan arogansi?? Jadi, penggusuran Alexis dengan segera mungkin saat dia menjadi Gubernur tidak akan mungkin terjadi jikalau tidak ditemukan narkoba disana. Lalu apa penjelasan Anies kalau dia tidak segera mungkin tutup Alexis?? Kita tunggu saja pernyataan retorika yang jadi andalannya.

1073total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *