Analisa Debat Pamungkas Ahok dan Anies

0

BANGNAPI.COM, Jakarta – Pada awal acara debat diselenggarakan oleh KPUD Jakarta malam ini terasa sedikit membosankan. Situasi pada sesi awal terlihat absurd dan tidak bergairah. Ini dimengerti karena KPUD Jakarta memilih konsep acara berbeda dari acara debat putaran pertama. Aturan-aturan teknis ditujukan kepada supporter dan para paslon menambah kesan kaku. Namun demikian, the show must go on. 

Dalam sesi awal, beberapa komunitas masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya kepada masing-masing paslon yang kemudian akan dijelaskan-Setelah itu, masing-masing paslon akan saling menanggapi. Namun, yang terjadi adalah masing-masing paslon tidak saling menanggapi, kendati terus diingatkan oleh host dan moderator, Ira Koesno.

Pada sesi pertengahan, ketegangan yang diperkirakan akan terasa pada sesi ini tidak terjadi. Hal itu dapat dikarenakan konsep acara yang disusun oleh panitia berbeda dari sebelumnya. Sesi tanya-jawab kali ini dilakukan langsung oleh paslon kepada paslon lainnya. Sesi dimulai oleh pertemuan antara kedua calon Wakil Gubernur, Djarot dan Sandi. Pak Djarot memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Sandi, begitu juga sebaliknya.

DI sesi pamungkas, kedua calon Gubernur, Ahok dan Anies bertemu. Pertanyaan dilontarkan oleh Anies dan dijawab oleh Ahok. Acara ini menjadi menarik ketika giliran Ahok bertanya soal reklamasi kepada Anies. Ahok bertanya soal sikap Anies-Sandi terhadap reklamasi. Menurut laporan di laman media, pada awalnya Anies-Sandi menolak reklamasi, kemudian di tanggal yang berbeda Anies-Sandi menyetujui proyek reklamasi, dan di sesi pertama Sandi menanggapi pertanyaan dari komunitas nelayan terkait bagaimana tanggapan Anies-Sandi bila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur terhadap reklamasi. Dengan percaya diri Sandi menjawab bahwa mereka menolak reklamasi.

Selanjutnya, Ahok memberi pertanyaan terakhir dan ini merupakan isu yang tengah berkembang di masyarakat, yakni program Rumah DP 0%. Pertanyaan Ahok, apakah Anies-Sandi akan membangun rumah tapak atau rumah susun? jawaban Anies yang menarik adalah ini, “perumahan bukan disiapkan oleh kita melainkan pemerintah dan perusahaan.” Agaknya, Anies tidak menduga pertanyaan tersebut dilontarkan kepadanya. Pernyataan “rumah tidak disiapkan oleh kita melainkan pemerintah dan perusahaan” terkesan terburu-buru dan nampak tidak dipersiapkan sebelumnya.

Tidak perlu dijelaskan bagaimana gubernur adalah bagian dari pemerintah karena gubernur memang pemerintah di dalam suatu provinsi. Bila “rumah tidak disiapkan oleh kita melainkan pemerintah dan perusahaan”, maka itu dapat berarti bila Anies-Sandi terpilih akan menggunakan sepenuhnya APBD untuk pelaksanaan satu programnya dan bila melibatkan perusahaan dalam membangun atau membiayai pembelian rumah, maka perusahaan akan melakukannya dengan sukarela atau gratis.

Melanjutkan pertanyaan Ahok kepada Anies, apakah rumah DP 0% akan berbentuk rumah tapak atau rumah susun, Anies menjawab bahwa rumah-rumah tersebut bisa ada dimana saja dan pembeliannya dapat dilakukan melalui program DP 0%. Sejauh ini belum ada kajian konkrit yang disampaikan oleh Anies-Sandi terkait rumah DP 0%, kita tunggu saja ya.

Di penghujung acara, seperti biasa Anies senantiasa berada pada tataran konseptual yang tidak mudah dipahami sehingga penjelasannya pada akhirnya dianggap tidak menjawab pertanyaan. Pada sesi terakhir, Ahok dan Sandi berupaya memohon maaf bila terjadi hal-hal tidak menyenangkan selama proses pilkada ini.

Beberapa catatan sederhana yang menjadi perhatian dalam debat kali ini adalah sebagai berikut.

Anies-Sandi tidak melakukan serangan agresif terhadap paslon Basuki-Djarot. Di acara ini mereka banyak memanfaatkan waktu menyampaikan program-program dibandingkan mengkritisi kinerja gubernur petahana. Ini suatu manuver strategi kubu Anies-Sandi untuk menarik simpati. Selain teknik peyampaian materi, perbedaan lain juga nampak dari penampilan Anies-Sandi dengan kemeja berwarna bukan putih-putih. Warna bukan putih ini, turut membantu dalam menghindari kesan identik para pendemo dan kaum-kaum radikalis.

Di sisi lain, Ahok-Djarot tampil cukup konsisten sejak awal acara. Itu artinya penampilan mereka dalam debat kali ini sedikit berbeda dari acara debat sebelumnya. Dalam penyajian materi, Ahok-Djarot memberi pemaparan yang kebanyakan belum pernah disampaikan dalam acara-acara sebelumnya. Itu artinya, persiapan dan penguasaan materi terlihat dimiliki oleh Ahok-Djarot. Sekalipun saat sesi suara Ahok terkesan meninggi dalam menanggapi pertanyaan Anies perihal reklamasi namun tidak lama berselang ia mampu menguasai emosi dengan baik. Ini membuktikan karakternya semakin terasah.

302total visits,1visits today

Share.

About Author

Leave A Reply