Akhir Tahun Banyak Pengusaha Cuci Gudang, Waspadai Diskon Palsu dan Produk Kadaluwarsa

Menjelang pergantian tahun dari 2017 ke 2018, banyak pengusaha yang biasanya melakukan cuci gudang atas produk-produknya ke konsumen. Mulai dari aneka makanan minuman, produk sembilan kebutuhan pokok sampai produk fesyen.

Mengantisipasi fenomena cuci gudang ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menghimbau konsumen waspada terhadap produk yang sudah tak layak konsumsi, khususnya produk yang mendekati kadaluwarsa atau bahkan produk yang sudah kadaluwarsa.

“Produk tersebut sengaja dilepas ke pasar untuk menghabiskan stok di gudang para pelaku usaha, distributor atau bahkan retailer lainnya. Guna mempercepat cuci gudang itu, pelaku usaha memberikan iming-iming diskon kepada konsumennya,” kata¬†Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, dalam keterangan pers tertulisnya kepada Tribunnews, Senin (11/12/2017).

Terkait diskon pada produk fesyen, Tulus meminta agar konsumen agar waspada terhadap produk tersebut. “Karena rata-rata pemberian diskon itu dengan cara menaikkan harganya terlebih dulu,” katanya.

YLKI sering menemukan harga fesyen yang dinaikkan lebih dulu, misalnya dinaikkan harganya 100 persen, dan kemudian diberikan diskon 50 persen.

Padahal, tindakan ini melanggar regulasi bahkan bisa dipidana.

YLKI meminta Badan POM dan Dinkes untuk meningkatkan pengawasan dan operasi pasar menjelang tutup tahun ini.

YLKI juga mendesak Kementerian Perdagangan dan atau Dinas Perdangan untuk melakukan pengawasan dan atau survei terhadap harga-harga produk fesyen yang menaikkan harga terlebih dahulu untuk memberikan diskon.

Selain itu, YLKI juga meminta kepolisian RI untuk melakukan penegakan hukum terhadap kedua hal ini.

104total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *