Ditolak Warga DKI Karena Beda Agama, Ahok Diperebutkan di Daerah Lain

BANGNAPI.COM , Jakarta –  Semua orang jujur tanpa tendensi akan menilai kinerja Ahok  yang luar biasa. Itu sebabnya setelah ditolak oleh warga DKI karena Ahok berbeda agamanya dengan mayoritas warga disana, ia malah diperebutkan di daerah lain yang mayoritas penduduknya tidak memperdulikan agama Ahok atau sama dengan Ahok. Islam memang mayoritas di Indonesia tapi sebagian besar terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia.

Permintaan datang dari NTT, melalui FORUM Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) Pencinta Ahok.

FORUM Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) Pencinta Ahok meminta Basuki Tjahaja Purnama maju dalam pemilihan gubernur NTT 2018 mendatang.

Permintaan ini disampaikan Ketua Forma NTT, Doktor Fritz Fios melalui siaran persnya di Jakarta, Jumat (21/4). Menurutnya, masyarakat NTT membutuh sosok pemimpin seperti Ahok dan banyak masyarakat yang senang dan menerima dengan tulus bila Ahok bersedia memimpin daerah ini.

Menurut Dosen Binus Jakarta ini, pilkada DKI Jakarta sudah selesai meskipun proses rekapitulasi suara masih dilakukan pihak penyelenggara. Namun hasil perhitungan cepat menunjukan pasangan Anies-Sandi yang terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Untuk itu, kata Fritz, masyarakat NTT pencinta Ahok meminta kesediaan untuk ikut dalam Pilkada NTT 2018 mendatang baik melalui jalur parpol maupun melalui jalur perseorangan.

“Kami minta dengan sangat Pak Ahok ikut dalam Pilgub NTT 2018 mendatang. NTT butuh pemimpin seperti beliau dan rakyat NTT bersedia menerima kehadirannya di NTT”, papar Fritz.

Fritz menambahkan, bila mantan Bupati Belitung Timur ini bersedia, Forum Masyarakat NTT akan segera mengumpulkan dukungan masyarakat melalui jalur perseorangan.

Selain NTT, Ternyata Bali juga meminta Ahok untuk ikut dalam Pigub disana melalui petisi online.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok boleh saja kalah dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Namun, usai kandas di Pilkada DKI, muncul petisi ‘Ahok for Bali 1’. Petisi dimaksudkan untuk mendorong Ahok mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali pada 2018 mendatang.

Petisi itu dibuat oleh Wika Ganesha pada 19 April 2017. Hingga hari ini, Sabtu 22 April 2017 pukul 19.13 WITA sudah ada 3.038 yang menandatangani petisi tersebut.

Dalam deskripsinya, Wika menilai Pilkada DKI Jakarta mencerminkan ketidakadilan demokrasi. Menurutnya, demokrasi itu tak melulu harus sejalan dengan nilai-nilai universal dan rasionalitas. Bagi Wika, kemenangan dalam demokrasi yang berlangsung di DKI Jakarta berlangsung dengan cara yang tidak rasional, bahkan brutal.

Ia berharap kekalahan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta tak mengerdilkan perjuangan pria yang juga terdakwa penistaan agama tersebut.

“Ia (Ahok) tetap adalah aset bangsa yang harus ‘diselamatkan dan sekaligus dimanfaatkan’ untuk sebesar-besarnya kemajuan demokrasi di Tanah Air,” tulis Wika.

Di sisi lain, Wika menilai Bali sebagai etalase Indonesia di mata internasional, dengan segala potensi yang dimilikinya tengah terseok-seok dalam mengejawantahkan keadilan sosial bagi rakyatnya. Salah satu penyebabnya adalah minimnya komitmen, dedikasi dan keteladanan pemangku kepemimpinan di Pulau Seribu Pura itu.

Ia menilai di Bali terjadi ketimpangan yang amat nyata. Ditambah dengan rencana reklamasi Teluk Benoa maka hal itu akan menambah parah ketidakadilan dan ketimpangan di Pulau Dewata.

Dengan potensi yang besar, Wika menyebut mestinya pembangunan Bali harus lebih pesat dibanding daerah lainnya. Atas dasar itu pula, ia menganggap Bali memerlukan pemimpin yang ‘luar biasa’.

Bagi dia, Ahok adalah sosok tepat untuk mengemban jabatan Gubernur Bali. Tentu saja petisi tersebut ditanggapi beragam. Tak sedikit dari mereka yang mendukung petisi tersebut.

Ragam komentar dari Netizen menginginkan Ahok menjadi orang nomor satu di Pulau Bali. “I want Ahok be Bali 1,” tulis Angga.

Wijaya. “Saya suka pejabat seperti bapak Ahok jujur bersih transparant dan bekerja utk mensejahterakan rakyatnya..,” timpal Zacheus Santoso.

“Saya Suka dengan kepemimpinan Pak Ahok selama ini. Saya orang Bali dukung 100 persen dan saya pastikan semua kluarga ikut mendukung. Maju terus pak,” celoteh Komang Ardika.

Selain itu tersiar kabar Jokowi akan me-reshuffle menterinya yang tidak bisa memenuhi target dia, sepertinya Jokowi pun berebut untuk mendapatkan Ahok.

Emas, tetap lah emas. Itulah Ahok, dan itu sebabnya pendukung Ahok tak perlu khawatir soal nasib Ahok. Karyanya yang bicara meski agamanya bukan Islam. Dari sekian tawaran sepertinya Gubernur Bali sangat cocok dengan Ahok meski NTT tidak kalah menariknya. Namun apa yang diungkapkan Wika benar adanya, Ahok dibutuhkan di Bali sebagai etalase internasional.

Ia akan bisa membangun Bali menjadi lebih baik dan maju seperti Singapura. Dan ia akan tenang memimpin disana, karena FPI pasti tidak berani masuk kesana setelah kasus penghinaan pecalang disana, dan warga Jakarta harus siap-siap iri. Padahal selama ini banyak daerah yang iri dengan Jakarta karena memiliki Ahok.

Saya yakin daerah lain pun akan bergiliran memperebutkan Ahok. Jadi cagub lain, waspadalah bisa jadi kalian akan bersaing dengan Ahok. Apalagi cagub-cagub yang berasal dari daerah yang mayoritas non-muslim.

sumber :
http://politik.news.viva.co.id/news/read/908146-kalah-di-pilgub-dki-muncul-petisi-ahok-for-bali-1?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
http://mediaindonesia.com/news/read/101823/forma-ntt-minta-ahok-maju-pilgub-ntt-1/2017-04-22#

1510total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *