Ahok Berani Minta Relawan yang Tidak Taat Aturan Ditindak, Anies Bagaimana?

0

BANGNAPI.COM, Jakarta – Melihat keberanian, ketulusan, sekaligus ketegasan Pak Basuki Tjahaja Purnama di dalam mengikuti aturan yang ada, tentu membuat warga Jakarta semakin yakin pilihan mereka pada hari pencoblosan yang tersisa satu hari! Keberanian di dalam mengatakan sesuatu yang sesuai dengan hukum yang berlaku.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, demi terwujudnya hukum yang sama untuk semua orang, tentu Pak Basuki Tjahaja Purnama tidak segan-segan mendukung jikalau ada relawannya yang tidak taat aturan. Bahkan dengan membagi sembako, Pak Basuki Tjahaja Purnama mengkonfirmasi bahwa mereka tidak pernah dibriefing untuk melakukan hal itu. Lantas siapa yang melakukannya?

“Saya enggak tahu pendukung yang mana (yang membagikan sembako), dia mesti ditegur, ambil tindakan saja. Yang pasti kami enggak pernah bagi-bagi sembako,” – Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Ketegasan Basuki Tjahaja Purnama terhadap salah satu relawannya (jikalau benar-benar relawannya), tentu memberikan sebuah citra yang baik. Jika kita menggunakan istilah “pencitraan”, tentu Pak Basuki ini mencitrakan dirinya dengan sangat baik. Pencitraan yang dilakukan tidak buat-buat, namun apa adanya, seperti dia yang kita kenal biasanya. Dibandingkan dengan Anies, kita melihat bagaimana pencitraan yang dilakukan dirinya, harus membuat dirinya berubah dan mengorbankan harga dirinya.

Ahok Berani Minta Relawan yang Tidak Taat Aturan Ditindak, Anies Bagaimana

Pencitraan yang benar adalah pencitraan yang benar-benar menyatakan diri apa adanya, bukan menyatakan diri dengan topeng yang ada. Ini merupakan hal yang berbeda. Pencitraan berbeda dengan “pencitraan”. Basuki Tjahaja Purnama tidak pernah menjadi orang yang mencitrakan diri dengan menggunakan topeng “santun, agamis, dan lain-lain” untuk dicintai oleh warga Jakarta.

“Makanya saya selalu katakan, kami setiap hari baksos di rumah sakit dengan menyediakan fasilitas kesehatan 24 jam. Saya lebih suka jaminan Kartu Jakarta Pintar atau operasi pasar yang dilakukan Pasar Jaya dan Food Station Tjipinang,” – Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Menimpali apa yang menjadi fitnah dari kaum bumi datar dan kaum sumbu pendek, Pak Ahok justru sebenarnya sedang menawarkan sesuatu yang jauh lebih besar, jauh lebih bermanfaat, dan jauh lebih meyakinkan daripada sekadar membagikan sembako.

Sebagai gubernur yang berpengalaman di dunia birokrasi, Pak Basuki Tjahaja Purnama lebih memilih menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP), atau operasi Pasar Jaya. Ini tidak menjadi bagian kampanye yang hanya berlangsung dalam waktu yang singkat. Melainkan KJP dan Pasar Jaya menjamin warga seterusnya, karena ada di dalam daftar program kerja.

“Tim pemenangan juga enggak pernah (bagi-bagi sembako). Saya paling enggak suka bagi bagi sembako, saya sudah bilang saya paling sebal bagi-bagi sembako,” – Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017).

Pak Basuki Tjahaja Purnama juga menilai bahwa pembagian sembako merupakan salah satu cara yang tidak terhormat dan cenderung menganggap warga Jakarta merupakan warga rendahan. Pak Basuki Tjahaja Purnama melihat juga bahwa warga Jakarta bukanlah warga yang dapat disuap dengan sembako. Melalui KJP, justru Pak Basuki Tjahaja Purnama sedang membagikan sembako dalam jangka waktu yang lebih panjang, daripada sekadar dalam waktu kampanye saja.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pun mengatakan bahwa tim pemenangan juga tidak pernah membagi-bagi sembako. Karena pembagian sembako bukan menjadi style atau cara mereka di dalam memenangkan sebuah kontes Pilkada. Cara tersebut merupakan cara murahan. Cara murahan demikian justru yang dikerjakan oleh Tim Anies dan Partai pendukungnya, Perindo yang ada di bawah Hary Tanoe.

Jadi untuk warga Jakarta yang saya hormati, siapakah yang akan menjadi calon pemimpin Anda? Apakah calon pemimpin yang merendahkan warganya dengan cara pembagian sembako atau calon pemimpin yang meninggikan warganya dengan cara menjamin keadilan sosial bagi seluruh warganya? Jangan pakai isu SARA untuk membodoh-bodohi warga Jakarta!

Tentukan pilihanmu besok, tinggal satu hari, jangan sampai salah coblos, jangan sampai salah pilih. Tetapkan pilihamu.

Betul apa betul yang bangnapi sampaikan?
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/04/17/20505441/ahok.minta.pendukungnya.ditindak.jika.ada.yang.bagi-bagi.sembako
https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/04/17/348866629/ribut-paket-sembako-tim-ahok-djarot-dan-anies-sandi-saling-lapor

359total visits,3visits today

Share.

About Author

Leave A Reply