60 Persen Koper Jemaah Kloter 6 Jakarta Berisi Air Zamzam

Jemaah haji Indonesia kembali diminta tidak membawa air zamzam dalam koper mereka. Selain akan menghambat proses pemulangan, air zamzam dalam koper juga akan mengancam keselamatan penerbangan.

Karena itu, pemeriksaan koper jemaah dilakukan dengan menggunakan X-ray di salah satu kawasan pergudangan di Kota Mekah bernama Air Gade For Cargo, sebelum koper-koper jemaah ini dibawa ke bandara.

 Meski dengan berbagai cara, seperti membungkus dengan lakban dan dibalut oleh sajadah, air zamzam yang berada di dalam koper akan sangat jelas terlihat.

Salah satu petugas perlindungan jemaah (Linjam) yang bertugas mengawasi pembongkaran koper jemaah, Mayor Reza Fajar Lesmana, mengatakan selama tiga hari pemeriksaan koper jemaah, air zamzam paling banyak ditemukan dari koper milik jemaah asal Jakarta-Bekasi kloter 6 (JKS 06).

Menurut Reza, lebih dari 60 persen koper jemaah dari JKS 06 dibongkar oleh petugas kerena berisi air zamzam. Seluruh koper dibuka dan jaring pengaman dilepas.

“Tadi malam saya cek, hampir 60 persen koper milik jemaah dari kloter 6 JKS dibongkar karena berisi air Zamzam,” kata Mayor Reza.

Bahkan, kata Reza, ada koper milik jemaah yang 90 persen isinya adalah air zamzam. Air dikemas dalam berbagai ukuran botol dan dibungkus sebagiannya oleh baju dan sajadah.

Menurut reza, koper yang berisi air zamzam tentu akan dibongkar. Tidak butuh waktu lama meski koper tersebut digembok oleh jemaah. Meski begitu, petugas butuh waktu lama untuk merapikan lagi barang-barang milik jemaah yang ada di dalam koper.

Butuh sekitar 10-15 menit untuk merapikan kembali, dan tentu akan memakan waktu lama bila banyak koper yang berisi air zamzam.

“Bagian tengah ritsleting tinggal ditusuk pulpen dan kita buka saja. Gampang itu, tapi yang lama kan merapikan isi kopernya lagi,” katanya.

Karena itu, jemaah haji diminta kesadarannya untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper. Karena air zamzam yang ada dalam koper pasti akan diambil. Banyak waktu yang dibuang petugas hanya untuk mengeluarkan air zamzam dari dalam koper jemaah. Padahal, koper harus lebih dulu tiba di bandara untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum jemaah tiba.

Pimpinan Al Mazroi Trading Grup, Ali Saeed Al Mazroi, yang bertanggung jawab soal pemeriksaan koper jemaah menjelaskan, banyak waktu yang terbuang bila harus mengeluarkan air zamzam dalam koper. Karena itu, dia meminta kesadaran kepada jemaah untuk tidak membawa air zamzam.

“Saya bertanggung jawab, tidak mungkin ada barang jemaah yang hilang. Tapi kita mau jemaah sadar, tidak perlu lagi bawa-bawa air zamzam. Percuma juga, kami habis banyak waktu, dan air zamzam terpaksa kami buang saja,” tegas Ali Saeed.

151total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *