5 Polisi Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Kerusuhan di YLBHI

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengatakan, ada sekitar lima anggota kepolisian yang terkena lemparan batu dari ulah massa di depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.

“Ada lima anak buah saya yang kepalanya bocor,” kata Idham di Megaria, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017) dinihari.

Idham menjelaskan, saat ini kelima anggotanya telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Sudah dirawat di rumah sakit, ya, dan semoga baik-baik saja,” ujar dia.

Kepolisian juga telah mengamankan 45 orang dari massa yang menggelar aksi di depan YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka diduga kuat sebagai provokator dan perusuh dalam aksi tersebut.

“Ada kurang lebih sekitar 45 orang diamankan dan beberapanya provokatornya kita tangkap,” kata Idham.

Idham menerangkan, puluhan orang itu diamankan lantaran sejak awal sudah melakukan provokasi untuk memaksa masuk ke gedung YLBHI. Mereka diduga kuat juga mengawali tindakan anarkis yang berujung bentrok.

“Ini sudah kita ikuti sejak awal dan melakukan provokasi. Kalian rekan media juga bisa lihat kan bagaimana tindakan masa,” Idham menandaskan.

Mengepung Gedung YLBHI

Ratusan orang mendatangi gedung YLBH, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu sore, 17 September 2017. Mereka mendemo dan mendesak pihak YLBHI membubarkan kegiatan yang disebut-sebut terkait PKI.

Panitia acara YLBHI Yunita membantah acara atau kegiatan di yayasan bantuan hukum itu terkait pembahasan PKI atau pun meluruskan sejarah 65.

“Tidak ada sama sekali diskusi atau kongres tentang komunisme. Acara yang kami selenggarakan murni diskusi sejarah dan pentas seni, yang menampilkan beberapa seniman,” kata Yunita salah satu panitia acara tersebut dari YLBHI, Senin.

Polisi akhirnya membubarkan paksa massa pada pukul 02.30 WIB dengan tembakan gas air mata, setelah polisi gagal berupaya negosiasi dengan massa.

228total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *