14 Hari Bulan Tertib Trotoar Dilakukan, Dishub DKI Klaim Pelanggarnya Menurun

Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait Bulan Tertib Trotoar kini sudah hampir memasuki setengah jalan, tepatnya 14 hari. Dinas Perhubungan (Dishub) mengklaim okupasi atau pendudukan trotoar untuk hal yang tidak semestinya sudah berkurang berkat adanya kebijakan tersebut.

“Evaluasi kami di minggu pertama dan kedua jumlah pelanggaran jadi menurun,” kata Wakadishub DKI Jakarta Sigit Widjatmoko saat berbincang dengan Okezone, Senin (14/8/2017).

Ia mengatakan kawasan Tanah Abang dan Kota tua menjadi titik sentral terjadinya pelanggaran trotoar. Karenanya di kawasan tersebut sering dilakukan penegakkan hukum dan rekayasa arus lalu lintas demi meminimalisir pelanggaran.

“Kami tgak hanya lakukan penegakkan hukum, tapi juga rekayasa lalin,” ujar Sigit.

Ia kembali mengklaim bahwa praktik okupasi atau pendudukan trotoar yang tidak sesuai dengan kaidah hukum di kawasan Tanah Abang relatif sudah kondusif alias tidak terjadi pelanggaran.

“Seperti Tanah Abang dan di minggu kedua ini relatif sudah tidak diokupasi oleh mereka seperti ojek yang menunggu penumpang, dan lain sebagainya,” tutur Sigit.

109total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *